http://detsad67rgd.ru

Детский сад №67 ОАО "РЖД"

Mengetahui Cara Kerja Fire Alarm System

Mengetahui Cara Kerja Fire Alarm System

1. Orde Konvensional.
Koordinasi Konvensional: yaitu yang memakai kabel makna dua dalam hubungan mengantar detector ke detector & ke Perdebatan. Kabel yang dipakai biasanya kabel listrik NYM 2x1. 5mm ataupun NYMHY 2x1. 5mm yang ditarik dalam pipa conduit semisal EGA atau Clipsal. Pada instalasi yang sedang kritis selalu dipakai kabel tahan obor (FRC=Fire Resistance Cable) dengan ukuran 2x1. 5mm, terutama untuk kabel-kabel yang menyatroni ke Perhimpunan dan sumber listrik 220V. Oleh karena memakai kabel isi dua, oleh sebab itu instalasi tersebut disebut beserta 2-Wire Type. Selain itu dikenal lagi tipe 3-Wire dan 4-Wire.

 

2. Orde Addressable.
Bentuk Addressable lazimnya digunakan untuk instalasi Fire Alarm dalam gedung bertumpuk, semisal pondok, perkantoran, pasar modern dan semacamnya. Perbedaan mengelokkan mendasar dengan sistem tradisional adalah dalam hal Address (Alamat). Di sistem berikut setiap detector memiliki alamat sendiri-sendiri untuk menyatakan sebutan ID dirinya. Jadi tutul kebakaran sungguh diketahui dengan pasti, karena panel mampu menginformasikan deteksi berasal daripada detector yang mana. Berbeda dengan sistem tradisional hanya menyatakan deteksi berawal dari Zone atau Loop, tanpa bisa memastikan detector mana yang mendeteksi, benih 1 Loop atau Zone bisa terdiri dari 5 bahkan 10 detector, lebih dari itu terkadang lebih.

 


1. fire alarm system (Rate of Rise) Heat Detector
Heat detector merupakan pendeteksi kejayaan panas. Spesies ROR diartikan sebagai yang tertinggi digunakan saat ini, karena kecuali ekonomis pun aplikasinya luas. Area deteksi sensor siap mencapai 50m2 untuk respek plafon 4m. Sedangkan untukplafon lebih menjulung, area deteksinya berkurang menjadi 30m2. Martabat pemasangan max. hendaknya tidak melebihi 8m. ROR tidak sedikit digunakan soalnya detector tersebut bekerja berdasarkan kenaikan temperatur secara cepat di wahid ruangan kendati masih bercorak hembusan panas. Umumnya di dalam titik 55oC - 63oC sensor ini sudah rajin dan menyatakan alarm bell kebakaran. Dengan begitu bala kebakaran (diharapkan) tidak luang meluas di area lain. ROR amat ideal dalam ruangan ropak-rapik, kamar pesanggrahan, rumah nyeri, ruang peladen, ruang surat, gudang bengkel dan lainnya.

 

2. Fix Temperature
Fix Temperature tergolong juga ke dalam Heat Detector. Berbeda dengan ROR, maka Fix Temperature baru mendeteksi dalam derajat gawat yang sinambung tinggi. Maka dari itu cocok ditempatkan pada area yang lingkungannya memang sudah biasa agak-agak “panas”, seperti di ruang genset, basement, dapur-dapur foodcourt, kamar beratap asbes, bengkel las dan semacamnya. Alasannya, bila pada area itu dipasang ROR, oleh karena itu akan peka terhadap False Alarm (Alarm Palsu), pokok hembusan panasnya saja sudah bisa menyulut ROR menangkap. Area akurat detektor jenis ini merupakan 30m2 (pada ketinggian plafon 4m) alias 15m2 (untuk ketinggian langit-langit antara 4 - 8m). Seperti halnya ROR, kabel yang diperlukan dalam detector ini cuma 2, yaitu Pukal dan LC, boleh terbalik dan bisa dipasang tepat pada perdebatan alarm graha merk segalanya saja. Hati kontaknya merupakan NO (Normally Open).

 

3. Smoke Detector
Smoke Detector mendeteksi asap yang menyerap ke dalamnya. Asap memiliki partikel-partikel yang kian periode semakin menggenapi ruangan smoke (smoke chamber) seiring beserta meningkatnya intensitas kebakaran. Kalau kepadatan gas ini (smoke density) telah melewati langkah batas (threshold), maka pertalian elektronik di dalamnya hendak aktif. Tentang berisi rangkaian elektronik, jadi Smoke mencita-citakan tegangan.

 

4. Flame Detector
Flame Detector adalah instrumen yang reaktif terhadap radiasi sinar ultraviolet yang dikarenakan oleh hidup api. Akan tetapi detector itu tidak meningkah pada lampu ruangan, infra merah alias sumber sinar lain yang tidak ada hubungannya dengan nyala api (flame).